Inofasi, Informasi Dan Bisnis Seputar Pertanian, Peternakan Dan Ketenaga Kerjaan

DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB)

Oleh, NARLING, SP
NIP. 196611072005021001


PENDAHULUAN
Pengembangan ternak sapi merupakan salah satu kegiatan yang telah di lakukan oleh masyarakat dan di dukung penuh pemerintah baik pusat maupun pemerintah di tingkat Daerah Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat petani dalam upaya kecukupan kebutuhan daging ternak sapi baik dalam daerah maupun pada tingkat nasional Pemerintah memberikan kebijakan pendanaan melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB)



Dengan kondisi perkembangan pepeulasi ternak sapi di kabupaten Luwu Timur masih jauh untuk dapat mencukupi akan kebutuhan daging dalam daerah sehingga pemerintah sejak terbentuknya Kabupaten ini (2003) secara terus menerus mengupayakan peningkatan produksi ternak sapi, yang pada dasarnya pemerintah memberikan bantuan kepada Kelompok Ternak sapi berupa sapi bakalan dan sapi produktif serta upaya peningkatan produksi melalui Inseminasi Buatan (kawin suntik).

TUJUAN 
Tujuan Kegiatan IB di pandang dari segi ekonomi :
DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB) Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur dapat kita baca point point berikut ini :


  1. Hasil kelahiran  anak sapi lebih unggul sehingga dapat memberikan nilai tambah yang cukup besar dengan perbandingan dapat mencapai dua kali lipat dari hasil kawin alam
  2. Potensi perkembangan hasil IB yang lahir jantan  ( Jenis sapi Limousin, Simental,Berahman dan Berangus) dapat mencapai diatas 1000 kg berat badan hidup pada umur 3 s/d 4 tahun
  3. Dengan kegiatan IB dapat lebih meningkatkan  motivasi yang tinggi kepada peternak sapi agar tetap beternak, hal ini telah dapat di buktikan pada wilayah Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur peternak telah merasakan adanyan peningkatan Nilai jual ternak sapi hasil IB yang lebih baik dengan rata – rata harga niala jual sapi jenis Limousi, simental jantan pada umur 6 -8 dapat terjual Rp.15 000 000, ( Lima belas Juta Rupiah ) sedang kelahiran KA hanya dapat terjual senialai Rp.5 000 000. ( Lima Juata Rupiah )
  4. Peternak peserta kegiatan Inseminasi Buatan ( IB ) khususnya di Wilayah Kecamatan Tomoni sudah mencapai diatas 80% ternak sapi yang telah di inseminasi Buatan.

HASIL PELAKSANAAN

Gambaran nilai hasil produksi ternak sapi kelahiran IB  di Kecamatan Tomoni:

  1. Pada Tahun 2017 lahir 221 Ekor Nilai ternak rata – rata Rp. 8.000.000, per Ekor maka jumlah nilai Rp.1,768 M
  2. Pada tahun 2018 sampai bulan  Oktober  2018  lahir 228 dengan Nilai Rp.1,824 M. 
  3. Data Kelahiran hasil IB diatas khusus yang lahir pada kegiatan  Inseminator An. NARLING, SP
  4. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan yang secara terus menerus di laksanakan akan terlihat dampak positif peningkatan ekonomi para peternak sapi peserta inseminasi buatan.
Demikian tulisan  kami yang berjudul DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB) ini yang merupakan hasil kajian peribadi dalam melaksankan tugas tambahan sebagai INSEMINATOR di samping tugas pokok pada Bidang penyuluhan pertanian Lapangan Desa Ujung Baru Kec.Tomoni Kab.Luwu Timur.

Related : DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB)

0 Komentar untuk "DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI MELALUI INSEMINASI BUATAN (IB)"

Tinggalkan Pesan Anda Disini Sebagai Bahan Perbaikan Blog Ini, Terimakasih
-->