Inofasi, Informasi Dan Bisnis Seputar Pertanian, Peternakan Dan Ketenaga Kerjaan

CARA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO

Materi  CARA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO
Disusun Oleh : NARLING, SP
NIP. 19661107 200502 1 001
PPL TOMONI Kab.Luwu Timur


PENDAHULUAN

Tanaman Kakao adalah salah satu komoditi unggulan eksport non migas Indonesia. Tanaman Kakao di wilayah Kecamatan Tomoni telah di kembangkan sejak tahun delapan puluhan hingga sekarang dan merupakan komoditi yang menempati ruang lahan pertanian yang terluas di kecamatan tomoni serta menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat, namun pada saat ini komoditi kakao telah mengalami penurunan produksi yang di sebabkan oleh salah satu factor yakni adanya serangan hama dan penyakit serta factor umur tanaman kakao sudah tua.

Sejalan dengan visi misi Pemerintah Kab.Luwu Timur yang akan mereflanting tanaman kakao seluas 8000 ha sampai tahun 2021. Dan dengan momen ini para petani telah mulai bangkit dengan metode budidaya yang berbeda dengan masa di mulainya budidaya di daerah ini.

I. TAHAP PENANAMAN


Persiapan  lahan
  1. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman atau gulma
  2. Pemasangan ajir dilakukan dengan jarak tanam  4 x 4  m atau 4 x 3 atau 3 x 3 tergantung kesuburan tanah
  3. Penanaman pohon pelindung dilakukan  6  bulan sebelum penanaman bibit kakao dengan jarak  4 x 4 meter
  4. Persiapan tanam bibit sambung pucuk
  5. 5  bulan setelah penanaman pelindung  maka dilakukan 
  6. Penggalian  lubang  dengan ukuran  40  x 40 x 60 cm tergantung Kondisi tanah
  7. Lubang sudah dapat di tanam setelah  15 s/d 30 hari kemudian
  8. Pada saat menanam lubang diberi pupuk yaitu: pupuk kandang ,pupuk SP 36 sebanyak  100 geram di taburkan pada bagian dasar lubang ,dan pupuk NPK 15,15,15 di taburkan setelah lubang diisi tanah setengah lubang.
  9. Pemeliharaan tanaman
  10. Bibit yang baru ditanam sebaiknya di beri pelindung sementara 
  11. Penyiangan dilakukan bila muncul gulma atau rumput disekelilingnya dengan cara manual atau di cabut

Pemupukan tanaman :


Umur 1 bulan diberi pupuk NPK 20 geram per pohon dan dilanjutkan pemberian pupuk setiap  3 bulan sekali sampai umur  24 bulan dengan dosis sebagai berikut :


  BULAN  DOSIS/POHON      KETERANGAN
3 40 grm                  NPK 15,15,15 %
6 70 grm                    NPK 15,15,15 %
9 100 grm                   NPK 15,15,15 %
10 200 grm                 Kapur Doloomit
12 120 grm                 NPK  20,10,10
16 – 20 150 grm                 NPK
22 200 grm                Kapur Dolomid
23 250 grm                 NPK

Pemangkasan Tanaman Muda :


Pemangkasan bentuk dilakukan padaumur  12  bulan setelah tanam atau dilakukan pada awal musim hujan Dilanjutkan pemangkasan peroduksi / pemeliharaan setiap tahun atau pada akhir musim buah banyak atau pada bulan juli (relatif) Hindari pemangkasan  pada saat sedang mulai berbunga atau buah sedang berbuah masih kecil akan mengakibatkan tertjadinya keguguran bunga dan buah.

II. PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO


Latar belakang.
Pemangkasan pada tanaman kakao merupakan tindakan atau  kegiatan memotong (membuang) bagian tanaman yang berupa cabang, ranting dan daun untuk mengatur iklim mikro,jumlah daun dan sebaran daun. Pemangkasan yang benar perlu di kuasi oleh setiap pekebun kakao agar diperoleh pertanaman kakao yang berproduksi tinggi dan berumur ekonomis panjang. Kesalahan pemangkasan tanaman dapat menyebabkan habitus tanaman kakao  menjadi rusak,bantalan bunga tidak aktif karne tajuk terlalu rinbun atau sebaliknya bantalkan bunga kering karena terlalu terbuka. 

Tujuan.
Pemangkasan tanaman kakao bertujuan untuk mencapai produksi yang tinggi melalui pengaturan percabangan dan aerasi sehingga semua organ menjadi produktif, pembungaan dan pembuahan menjadi terpacu, dan serangan hama dan penyakit dapat ditekan.

Peralatan.
Peralatan pemangkasan yang digunakan sangat bervariasi tergantung jenis pemangkasan yang dilakukan dan letak atau ketinggian cabangyang dipangka. Alat pangkas yangdigunakan antara lain, gunting pangkas, gergaji,sabit bergalah dan gunting bergalah, semuat alat tersebut harus tajam agar tidak merusak kulit cabang/ranting tempat tumbuhnya bantalan bunga.

JENIS PEMANGKASAN


Berdasrkan pada umur tanaman serta tujuan pemangkasan, ada empat jenis pemangkasan kakao sbb:
1. Pemangkasan Bentuk.
Dilakukan pada tanaman muda dengan tujuan membentuk kerangka tanaman sehingga percabangannya seimbangke segala arah dan semua daun menerima cahaya yang cukup,langkah – langkahnya sbb:

  • Cabang perimer yang tumbuh dari jorget dipilih tiga cabang primer yang sehat dan arah pertumbuhannya merata kesegala arah.
  • Ari Cabang – cabang sekunder yang tumbuh dari cabang perimer diatur berselang selingdan jarak terdekat dari jorget 30 -40 cm,ujung cabang perimer di potong (ditopping)pada jarak 80 -120 cm dari jorget.
2. Pemangkasan Pemeliharaan
Pangkasan pemeliharaan bertujuan untuk mempertahankan kerangka percabangan yang sudah terbentuk dan memperbaiki aerasi kebun sehingga pembungaan dan pembuahan berlangsungoptimum dan serangan hama / penyakit minimum.sasaran ranting/cabang yang dipangkas adalah :



  • Ranting yang meninggi lebih dari 3 meter diatas permukaan tanah.
  • Tunas ortotrop yang tumbuh dari percabangan plagiotrop.
  • Cabang overlapping yang menyebabkan tajuk tajuk tanaman rimbung
  • Cabang dan ranting yang tidak produktif,seperti cabang yang ternaung, cabang kecil(cabang cacing)cabang balik cabang menggantung, cabang sakit dan cabang patah,kering dan mati.
  • Tunas ai,dibuang seawall –awalnya.
3. Pangkas produksi

Pangkas produksi bertujuan memicu tanaman kakao untuk berbunga.Tumbuhnya  bunga kakao dapat distimulir dengan membuat lingkungan kebun menjadi lebih hangat. Perlakuan pangkas produksi ini lebih penting untuk dilakukan pada lingkungan kebun dengan tipe iklim basah. Pangkas produksi dilakukan dengan memotong cabang – cabang yang tumbuhnya lebih 3 m (topping) ukuran cabang yang di pangkas lebih besar dan jumlah ranting yang diturunkan lebih banyak dari pada pangkas pemeliharaan. Dengan pangkasan yang berat tersebut, tanaman akan terpicu untuk bertunas intensif dan setelah tunasnya menua, maka tanaman akan berbunga lebat. Oleh karena pangkasan produksi berpulang memicu tanaman untuk bertunas intensif, maka pangkasan ini dilakukan pada akhir musim kemarau menjelang musim hujan,. Pangkasan produksi dilakukan pada saat   sebagian  besar buah kakao ukurannya sudah besar sehingga sudah bebas dari resiko layu buah muda ( cherelle wilt). Secara fisiologis,layu buah kakao disebabkan karena persaingan nutrisi antar buah muda dengan buah tunas yang baru tumbuh,intensitas pertunasan lebih 50%  dipercaya menyebabkan layu buah muda.


JADWAL PEMANGKASAN
Pembuangan tunas air ( wiwilan) di lakukan setiap bulan bahkan pada musim hujan dapat dilkukan dua minggu sekali. Pangkas produksi dilakukan pada akhir musim kemaraumenjelang musim hujan serta dengan intensitas yang lebih ringan menjelang musim hujan,kondisi pembuahan pada saat dipangkas bahwa sebagian besar buah sudah dewasa.

KRITERIA PEMANGKASAN

  • Pada siang hari cerah, dilantai kebun terlihat spot –spot cahaya, total luas spot maksimal 25% dari luas areal
  • Semua tanaman kakao ( baik yang ditepi maupun yang ditengah kebun) berbunga dan berbuah.
  • Buah kakao tumbuh tersebar mulau dari permukaan tanah sampai cabang – cabang yang tinggi.

Terimakasih Wassalam

Related : CARA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO

0 Komentar untuk "CARA BUDIDAYA TANAMAN KAKAO"

Tinggalkan Pesan Anda Disini Sebagai Bahan Perbaikan Blog Ini, Terimakasih
-->